Rabu, 06 Juli 2011

Jurnal Penelitian Antropologi Pariwisata : Tinjauan Dampak Sosial Budaya Perkembangan Pariwisata Terhadap Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar

Jurnal Penelitian Antropologi Pariwisata
Tinjauan Dampak Sosial Budaya Perkembangan Pariwisata Terhadap Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar
Rahmad Efendi1, M. Arij Syauqi2, Ita Nurmawati3, Tuflicatul Ilmiyah4
1,2,3,4Jurusan Antropologi FISIP Unpad, Jalan Raya Jatinangor-Sumedang, Km 21, Jawa Barat, Indonesia.2011

Penelitian ini mengkaji dampak perkembangan pariwisata terhadap perubahan sosial budaya yang terjadi di Kasepuhan Ciptagelar. Apakah perubahan sosial budaya tersebut merusak sistem budaya Kasepuhan atau bisa terintegrasi secara adaptif. Penelitian ini dilakukan dengan desain metode penelitian kualitatif. Diawali dengan studi literature dari sumber buku dan internet guna mendapatkan informasi awal tentang Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptagelar. Selanjutnya dilakukan observasi partisipan serta wawancara kepada informan.
Observasi dilakukan terhadap wilayah kampung Ciptagelar, keseharian hidup masyarakat interaksi masyarakat dengan pengunjung serta masalah-masalah kepariwisataan lainnya. Wawancara dilakukan kepada informan kunci yang telah disesuaikan dengan kebutuhan informasi. Wawancara dilakukan dengan teknik wawancara singkat dan wawancara mendalam. Pengumpulan data bertujuan untuk melakukan refleksi atas pengetahuan masyarakat tentang perkembangan kepariwisataan serta mengidentifikasi masalah yang sedang dihadapi akibat perkembangan pariwisata. Selanjutnya data yang diperoleh dimaknai dan dikonstruksi berdasarkan perspektif Antropologi Pariwisata dalam mengkaji dampak perkembangan pariwisata terhadap perubahan sosial budaya yang terjadi.. 
Hasil penelitian menunjukkan pembangunan Kasepuhan Ciptagelar, khususnya di bidang kepariwisataan patut mendapat perhatian yang kritis dari semua pihak, utamanya dari kalangan akademisi. Dengan perhatian yang sungguh-sungguh, pengembangan kepariwisataan diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat tanpa mengorbankan nilai-nilai luhur yang merupakan jiwa kebudayaan Kasepuhan Ciptagelar dan masyarakatnya. Semua pihak menyadari bahwa pembangunan pariwisata memberikan dampak positif bagi kesejahtraan masyarakat. Tetapi di balik dampak positif itu tentu tidak lepas dari sisi negatifnya. Bila tidak ditangani dengan sungguh-sungguh nantinya dapat menjadi masalah yang dapat menggerogoti keberlangsungan tatanan adat masyarakat Kasepuhan.
Perkembangan pariwisata di Kasepuhan Ciptagelar berjalan seiring dengan semakin dikenalnya Kasepuhan Ciptagelar oleh masyarakat luas. Meski awalnya masyarakat Kasepuhan cenderung tertutup dengan dunia luar, namun setelah interaksi yang terus-menerus membuat masyarakat Kasepuhan menjadi terbiasa dan pada akhirnya mulai menikmatinya. Sebagai masyarakat adat yang memiliki sistem yang mapan, pengaruh dari dunia luar dapat direduksi. Dampak perkembangan pariwisata tidak menyebabkan kerusakan pada kebudayaan masyarakat Kasepuhan. Dampak tersebut tidak menyebabkan transformasi secara struktural, melainkan terintegrasi dengan kehidupan tradisional masyarakat, Stephen Langsing (1974). 
Saat ini yang dibutuhkan Kasepuhan ke depan, adalah sebuah perencanaan sosial yang matang terhadap budaya masyarakat Kasepuhan itu sendiri. Kondisi sosial masyarakat Kasepuhan berada dalam keadaan yang kondusif dimana dengan adanya pariwisata memacu masyarakat mengembangkan kebudayaannya, karena masyarakat Kasepuhan merasa bangga terhadap budaya yang mereka miliki yang mampu menarik wisatawan. Penilaian kondusif didasarkan pada analisis dampak sosial melalui indikator-indikator yang jelas secara teoritis.

Note :
Untuk lebih lengkapnya silahkan menghubungi ke email saya  =)

Poskan Komentar